fbpx

Glaukoma

Glaukoma adalah jenis gangguan penglihatan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada saraf optik yang biasanya diakibatkan oleh adanya tekanan di dalam mata. Akibat ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata. Hal ini merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Glaukoma disebut sebagai “si pencuri penglihatan” karena sering berkembang tanpa gejala yang nyata. Penderita Glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak di seluruh dunia maupun di Indonesia. Kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen (irreversibel).

Faktor Resiko Glaukoma

  1. Riwayat glaukoma di dalam keluarga, saudara sekandung lebih beresiko dibandingkan orangtua dan anaknya
  2. Penyakit degeneratif (diabetes/hipertensi)
  3. Tekanan bola mata tinggi merupakan faktor resiko utama pada glaukoma, walaupun terdapat penderita yang terkena glaukoma pada tekanan bola mata yang normal
  4. Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  5. Migran atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)

Jenis-Jenis Glaukoma
1. Glaukoma Kronis
Glaukoma Kronis adalah penyakit mata dengan gejala peningkatan tekanan bola mata sehingga terjadi kerusakan anatomi dan fungsi mata yang permanen. Pada glaukoma kronis, kadang-kadang tidak terlihat tanda dan gejala yang khas, sehingga sering kali ditemukan setelah keadaan lanjut.
Tanda dan Gejala Kronis (menahun) :
1. Penurunan penglihatan.
2. Sering sakit kepala, tidak ada mual dan muntah.
3. Pegal-pegal di bola mata.

2. Glaukoma Akut
Glaukoma yang diakbatkan peninggian tekanan intraokular (dalam bola mata) yang mendadak. Glaukoma akut dapat bersifat primer atau sekunder.
• Glaukoma primer timbul dengan sendirinya pada orang yang mempunyai bakat bawaan glaukoma
• Glaukoma sekunder timbul sebagai penyulit penyakit mata lain atau sistemik (dapat ditemukan riwayat pemakain obat steroid secara rutin atau riwayat trauma pada mata, katarak, miopi tinggi, diabetes dll).

Tanda dan Gejala Akut (mendadak) :
1. Mata merah sakit tanpa kotoran.
2. Kornea agak keruh.
3. Rasa sakit atau nyeri pada mata yang dapat menjalar ke kepala.
4. Mual dan muntah (pada tekanan bola mata yang sangat tinggi).
5. Penglihatan menurun mendadak, biasanya satu mata.
Terapi Glaukoma

Kerusakan saraf mata yang telah terjadi akibat glaukoma hingga saat ini belum dapat disembuhkan, namun tujuan terapi pada glaukoma adalah untuk mencegah perburukan kerusakan saraf yang berujung pada kebutaan.

Terapi yang direkomendasikan akan tergantung pada jenis glaukoma, namun terapi utamanya adalah:
• Tetes mata untuk mengurangi tekanan pada bola mata.
• Tindakan dengan laser untuk membuka saluran keluar cairan dalam bola mata yang tersumbat.
• Operasi filtrasi mata untuk membuat saluran baru yang akan memudahkan cairan mata keluar dari mata. Operasi ini biasanya dilakukan dengan bius lokal dan tidak perlu menginap di rumah sakit.

Pencegahan Glaukoma
Jika memiliki sejarah glaukoma dalam keluarga atau mengkonsumsi obat-obatan beresiko tinggi, pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi din glaukoma. Begitu terdeteksi glaukoma, umumnya memerlukan pemeriksaan dan kontrol seumur hidup.

Tujuan terapi glaukoma adalah untuk mengontrol tekanan bola mata. Menjaga tekanan bola mata dalam kisaran normal atau sesuai dengan target tekanan, sangat penting dalam menjaga penglihatan.

Diagnosa dini adalah kunci untuk mencegah kebutaan, karena kerusakan saraf galukoma tidak dapat dikembalikan. Glaukoma hanya bisa dikontrol namun tidak bisa disembuhkan.

PLAN YOUR VISIT

Rencanakan kunjungan Anda ke RS Mata Achmad Wardi BWI-Dompet Dhuafa dan bertemu dengan dokter unggulan kami