Sebelum Menggunakan, Ini Risiko Lensa Kontak yang Perlu Anda Tahu

Apa Saja Risiko dari Penggunaan Kontak Lensa?

RS MATA ACHMAD WARDI — Mata adalah jendela jiwa yang memancarkan pesona tersendiri. Karena itu, sebagian orang enggan menyembunyikannya di balik kacamata. Lensa kontak menjadi alternatif pilihan untuk membantu penglihatan sekaligus memperindah mata. Namun, tahukah Anda risiko yang mengintai pengguna lensa kontak?

Pengguna lensa kontak memang berpotensi terinfeksi bakteri, jamur, atau mikroba lainnya. Namun, bukan berarti Anda harus bermusuhan dengan lensa kontak. Lensa kontak merupakan salah satu peralatan medis yang paling aman ketika digunakan secara bertanggung jawab.

- Advertisement -

Apa Saja Risiko dari Penggunaan Kontak Lensa?

Jika tidak merawat kebersihan lensa kontak dengan baik, pemakainya akan lebih berisiko mengalami infeksi dan gangguan pada mata lainnya. Berikut ini beberapa kondisi dan hal-hal yang perlu diperhatikan pengguna lensa kontak.

Konjungtivitis

Kondisi ini ditandai dengan lapisan paling luar mata yang menjadi merah. Konjungitivitisatau ‘mata merah’ bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi dari lensa kontak. Selain merah, mata juga menjadi berair

Keratitis

Keratitis merupakan peradangan pada kornea mata. Penyebabnya antara lain cedera ringan akibat penggunaan lensa kontak terlalu lama, infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit akibat proses pembersihan lensa kontak yang tidak benar. Menggunakan lensa kontak terus-menerus, saat berenang atau menggunakan air untuk membersihkan lensa kontak dapat meningkatkan risiko terkena keratitis.

Gejala keratitis berupa mata merah, terasa perih, sulit membuka kelopak mata, penglihatan buram, sensitif terhadap cahaya, dan terasa seperti ada sesuatu di dalam mata.

Jika tidak segera diobati, keratitis dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan.

Sindrom Mata Kering

Menggunakan lensa kontak terlalu lama, atau berada di ruangan dengan pendingin, dan mengabaikan petunjuk penggunaan lensa kontak dapat memicu sindrom mata kering.

Sindrom mata kering merupakan kondisi umum ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, atau air mata menjadi terlalu cepat kering. Hal ini memicu peradangan dan iritasi pada mata. Pada tahap yang tidak serius, Anda dapat memberikan tetes mata. Namun pada tahap serius, Anda mungkin membutuhkan penanganan medis.

Kondisi ini bisa terjadi pada kedua mata dan memiliki gejala berikut:

  • Mata merah
  • Mata terasa kering, berpasir, atau rasa sakit yang memburuk sepanjang hari
  • Penglihatan buram yang dapat membaik bila mengedipkan mata
  • Sulit membuka mata ketika bangun tidur

Abrasi Kornea

Lensa kontak yang kotor dapat menyebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan penglihatan menetap.

Jika Anda tidak cocok untuk menggunakan lensa kontak, sebaiknya jangan memaksakan diri. Pakailah kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mata, dan kenyamanan Anda. Selain itu, jagalah selalu kesehatan mata dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin untuk mata, serta cukup istirahat.

Bila Anda memiliki keluhan pasca menggunakan lensa kontak, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata terdekat.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi RS Mata Achmad Wardi:
Alamat: Jl. Raya Taktakan Km. 1, Lontarbaru, Kota Serang, Banten 42115
Telepon: (0254) 7915503 
WhatsApp: 0813-8383-0313

Hubungi kami via WhatsApp Anda sekarang

Anda juga dapat menghubungi via Email dengan mengisi formulir di bawah

- Advertisement -