Waspada Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan!

Glaukoma
Glaukoma

RSMATAACHMADWARDI.COM — Banyak di antara kita yang pernah mendengar cerita tentang glaukoma. Cerita-cerita tersebut biasanya didapat dari menyaksikan saluran televisi, membaca ulasan di majalah, atau dari mulut ke mulut. Meskipun begitu, tahukah Anda apa itu glaukoma?

Glaukoma adalah penyakit saraf mata dimana terjadi kerusakan saraf yang menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan yang permanen secara perlahan dan peningkatan tekanan bola mata merupakan faktor risiko utama. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar setelah katarak. Glaukoma sering disebut sebagai pencuri pengelihatan karena penyakit ini sebagian besar tidak bergejala sehingga pasien cenderung tidak menyadari bahwa dirinya memiliki glaukoma hingga akhirnya terjadi kerusakan fungsi penglihatan yang cukup berat.

- Advertisement -

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan glaukoma. Tujuan pengobatan glaukoma adalah untuk mengontrol dan mencegah perburukan dari penyakit tersebut. Tanpa pengobatan yang tepat, glaukoma dapat berakhir pada kebutaan. Namun dengan berkembangnya berbagai alat pemeriksaan glaukoma untuk deteksi dini, pemeriksaan mata secara berkala, dan berbagai metode terapinya, glaukoma dapat dikontrol dan penglihatan pun dapat diselamatkan.

Bagaimana Kerusakan Saraf Mata pada Glaukoma?

Pada sebagian besar kasus glaukoma, tekanan bola mata yang tinggi merupakan penyebab terjadinya kerusakan saraf mata. Biasanya hal ini disebabkan oleh terganggunya cairan keluar pada sistem drainase cairan bola mata yang mengakibatkan penumpukan cairan bola mata sehingga terjadi peningkatan tekanan intraokular. Peningkatan tekanan ini merusak saraf mata dan berakhir dengan hilangnya luas penglihatan.

Tingginya tekanan bola mata merupakan faktor risiko utama terjadinya kerusakan saraf pada glaukoma. Namun disisi lain, glaukoma dapat terjadi pada beberapa pasien dimana tekanan bola mata masih dalam kisaran yang dianggap normal. Hal ini sering disebut sebagai normal tension glaucoma atau glaukoma normotensi. Walaupun mekanismenya belum sepenuhnya dimengerti, tetapi terdapat beberapa faktor yang diduga dapat menyebabkan hal ini antara lain adanya gangguan vaskular sistemik.

Perjalanan Penyakit Glaukoma

Glaukoma biasanya bersifat kronik progresif yang artinya kerusakan terjadi dalam waktu yang lama dan semakin lama semakin berat. Penyakit ini umumnya terjadi pada kedua mata dengan tingkat keparahan yang bisa saja berbeda. Kerusakan saraf pada glaukoma menyebabkan hilangnya lapangan pandang seseorang. Seringkali hilangnya luas penglihatan awalnya terjadi pada sisi perifer atau tepi, sehingga pasien tidak memiliki keluhan dalam aktivitas sehari-hari. Apabila tekanan intraokular terus tidak terkontrol maka penglihatan sentral pun akan rusak secara permanen.

Apa gejala dari glaukoma?

Pada kebanyakan kasus, peningkatan tekanan intraokular berlangsung perlahan dan TIDAK bergejala. Pada sebagian kecil kasus, gejala dapat muncul berupa:

  1. Penglihatan berkabut
  2. Sakit kepala disertai sakit di sekitar bola mata
  3. Mual atau muntah
  4. Melihat halo atau pelangi disekitar cahaya
  5. Penglihatan buram mendadak

Apa saja faktor risiko glaukoma?

Glaukoma dapat menyerang siapa saja dari semua golongan umur, baik bayi ataupun manula. Walaupun semua orang dapat menderita glaukoma, terdapat beberapa golongan yang memiliki risiko lebih tinggi diantaranya:

  • Riwayat keluarga dengan glaukoma
  • Usia diatas 40 tahun
  • Ukuran kacamata minus atau plus yang tinggi
  • Ras Asia atau Afrika
  • Diabetes
  • Penggunaan obat-obatan steroid

Ketebalan kornea yang tipis

Kapan seseorang perlu melakukan skrining glaukoma?
Deteksi dini merupakan cara pencegahan kebutaan akibat glaukoma yang paling penting. Kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen sehingga apabila kerusakan sudah terjadi, gangguan pengelihatan yang sudah terjadi tidak bisa dikembalikan lagi. Skrining berkala dilakukan untuk mendeteksi glaukoma secara dini. Pemeriksaan skrining glaukoma biasanya dilakukan pada:

  • Sebelum usia 40 tahun: setiap 2-4 tahun
  • Sesudah usia 40 tahun: setiap 2 tahun
  • Dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma: setiap 1 tahun

Nah, deteksi dini merupakan cara pencegahan kebutaan akibat glaukoma yang paling penting untuk dilakukan. Informasi lebih lanjut, Anda dapat lakukan konsultasi dan pemeriksaan ke RS Mata Achmad Wardi.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi RS Mata Achmad Wardi:
Alamat: Jl. Raya Taktakan Km. 1, Lontarbaru, Kota Serang, Banten 42115
Telepon: (0254) 7915503
WhatsApp: 0813-8383-0313

Hubungi kami via WhatsApp Anda sekarang

- Advertisement -