Mata merah setelah benturan sering kali dianggap ringan dan dapat sembuh sendiri. Namun pada beberapa kondisi, benturan pada mata dapat menyebabkan perdarahan di bagian depan mata yang dikenal sebagai hyphema. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi penglihatan dan berisiko menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat.
Dalam jurnal American Academy of Ophthalmology, hyphema merupakan kondisi ketika darah terkumpul di ruang depan mata, tepat di antara kornea dan iris. Darah tersebut biasanya muncul akibat cedera atau trauma pada mata.
Apa Penyebab Hyphema?
Sebagian besar kasus hyphema terjadi akibat trauma atau benturan pada mata, misalnya karena:
- kecelakaan olahraga,
- terkena bola,
- benturan benda keras,
- atau cedera saat aktivitas fisik.
Selain trauma, hyphema juga dapat dikaitkan dengan:
- komplikasi operasi mata,
- gangguan pembuluh darah,
- penggunaan obat pengencer darah,
- hingga kondisi medis tertentu yang memengaruhi pembekuan darah.
Pada anak-anak dan remaja, cedera olahraga menjadi salah satu penyebab yang cukup sering ditemukan.
Apa Gejala Hyphema?
Gejala hyphema dapat bervariasi tergantung jumlah perdarahan yang terjadi. Pada kasus ringan, darah mungkin hanya terlihat sedikit. Namun pada kondisi yang lebih berat, darah dapat menutupi sebagian hingga seluruh pupil mata.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Mata merah
- Nyeri pada mata
- Penglihatan buram
- Sensitif terhadap cahaya
- Penglihatan menurun
- Sakit kepala
Pada beberapa kasus, pasien juga dapat mengalami peningkatan tekanan bola mata yang berisiko merusak saraf optik.
Mengapa Hyphema Berbahaya?
Hyphema bukan sekadar mata merah biasa. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan intraokular atau tekanan bola mata sehingga berpotensi menyebabkan glaukoma sekunder.
Selain itu, komplikasi lain yang dapat terjadi meliputi:
- Kerusakan kornea
- Perdarahan berulang
- Gangguan saraf optik
- Penurunan penglihatan permanen bila tidak ditangani dengan baik
Risiko komplikasi umumnya lebih tinggi pada perdarahan yang luas atau pasien yang terlambat mendapatkan pemeriksaan.
Bagaimana Cara Menangani Hyphema?
Penanganan hyphema tergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien. Pada kasus ringan, dokter dapat menyarankan:
- Istirahat
- Membatasi aktivitas fisik
- Menggunakan pelindung mata
- Kontrol rutin untuk memantau tekanan bola mata
Pasien juga biasanya dianjurkan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk membantu pengendapan darah.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat tetes mata atau terapi tambahan untuk mengontrol tekanan bola mata dan mencegah komplikasi.
Kasus yang lebih berat mungkin memerlukan tindakan medis lebih lanjut apabila perdarahan tidak membaik atau tekanan bola mata meningkat signifikan.
Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?
Segera lakukan pemeriksaan mata apabila mengalami:
- Mata merah setelah benturan
- Nyeri mata mendadak
- Penglihatan buram
- Muncul darah di mata
- Penurunan penglihatan setelah cedera
Pemeriksaan dini penting dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kerusakan serius pada struktur mata lainnya.
Bisakah Hyphema Dicegah?
Tidak semua cedera mata dapat dicegah, tetapi risiko hyphema dapat dikurangi dengan:
- Menggunakan pelindung mata saat olahraga
- Berhati-hati saat aktivitas fisik
- Menggunakan alat keselamatan kerja
- Menghindari trauma pada area mata
Edukasi mengenai perlindungan mata juga penting terutama pada anak dan individu yang aktif berolahraga.
Pentingnya Pemeriksaan Mata Setelah Cedera
Cedera mata sering kali tampak ringan dari luar, padahal dapat menimbulkan gangguan serius di dalam mata. Karena itu, setiap benturan pada mata yang disertai nyeri atau gangguan penglihatan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter mata.
Sebagai rumah sakit mata, RSAW berkomitmen menghadirkan edukasi kesehatan mata yang terpercaya agar masyarakat lebih memahami pentingnya penanganan cepat pada kondisi kegawatdaruratan mata.