height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=606956865537648&ev=PageView&noscript=1" [

ARSSI Banten Barat dan AWTC Sukses Gelar Seminar Nasional, Dorong Keberlanjutan Finansial dan Tata Kelola Rumah Sakit yang Baik di Era Transformasi

Serang, Banten – Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Banten Barat menggandeng Achmad Wardi Training Center (AWTC) sukses menyelenggarakan kegiatan seminar nasional bertajuk “Building Sustainable Hospitals: Financial Sustainability, Good Hospital Governance & Healthcare Transformation”. Seminar yang dikemas dengan skema hybrid dan telah terakreditasi SKP Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini dilangsungkan di Aula Rumah Sakit Hermina Ciruas pada Kamis (27/8).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh jajaran direktur, pemilik, dan manajer dari berbagai rumah sakit swasta di wilayah Banten. Seminar ini dirancang sebagai forum pemantapan bagi pimpinan rumah sakit dalam menghadapi dinamika industri pelayanan kesehatan, mulai dari peningkatan biaya operasional, perubahan regulasi, hingga tuntutan integrasi teknologi digitalisasi di fasilitas kesehatan.

Ketua ARSSI Banten Barat dr. Tajus Ibrahim, MM., MH., FISQua., CHMC dalam sambutannya menekankan urgensi adaptasi bagi manajemen rumah sakit di tingkat wilayah. “Tantangan operasional dan pembiayaan rumah sakit swasta saat ini semakin kompleks. Melalui forum ini, kami berharap jajaran direksi dan manajemen rumah sakit di Banten mampu menyelaraskan strategi finansial yang adaptif dengan tata kelola organisasi yang transparan. Tujuannya jelas, agar rumah sakit tidak hanya mampu bertahan di tengah disrupsi industri, tetapi dapat terus berinovasi memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi masyarakat,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, seminar ini menghadirkan dua pakar utama di bidang manajemen rumah sakit. Narasumber pertama, Widyananda Satyadharma, mengupas tuntas strategi menjaga financial sustainability, efisiensi operasional berbasis Key Performance Indicator (KPI), serta pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Sementara itu, DR. dr. Sandra Dewi, MARS., selaku pakar manajemen stratejik faskes, membedah implementasi Good Hospital Governance (GHG), manajemen risiko, budaya kepatuhan regulasi, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam transformasi rumah sakit.

Materi yang disampaikan juga berfokus pada langkah mitigasi dan adaptasi yang harus diambil rumah sakit menyusul terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit.

Mendukung inisiatif tersebut, Ketua ARSSI Pusat drg. Iing Ichsan Hanafi, MARS, MH. dalam arahan dan sambutannya turut menegaskan bahwa transformasi kesehatan berskala nasional menuntut komitmen utuh dari setiap institusi kesehatan. “Penerapan Good Hospital Governance serta Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan fondasi mutlak. Kami di tingkat pusat sangat mengapresiasi sinergi ARSSI Banten Barat yang memfasilitasi wawasan berharga ini, agar rumah sakit swasta mampu merespons transformasi kebijakan pemerintah dengan resiliensi dan mutu layanan yang unggul,” tegasnya.

Sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan kesehatan terakreditasi Kemenkes RI, Achmad Wardi Training Center (AWTC) memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal, baik secara klasikal maupun dalam fasilitasi layanan broadcasting hybrid berstandar tinggi, guna memfasilitasi antusiasme ratusan peserta dari berbagai profesi kesehatan.

Di akhir acara, Achmad Wardi Training Center (AWTC) menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh direktur dan manajer rumah sakit swasta se-Banten yang telah meluangkan waktu untuk hadir berpartisipasi. Penghargaan yang setinggi-tingginya juga diberikan kepada para narasumber atas transfer ilmu dan pengalaman yang sangat berharga. Secara khusus, AWTC mengucapkan terima kasih kepada ARSSI Banten Barat atas sinergi strategis dan kepercayaan yang telah diberikan kepada AWTC sebagai mitra penyelenggara kegiatan bersertifikat & SKP Kemenkes serta broadcasting pada kegiatan seminar kali ini.

Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut guna mencetak tenaga dan pimpinan kesehatan yang kompeten dalam mewujudkan layanan kesehatan Indonesia yang berkeadilan, berkualitas, dan berkelanjutan.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these