“Dulu silinder saya kecil, sekarang kok bertambah?”
Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang melakukan pemeriksaan mata dan mendapatkan resep kacamata yang berbeda. Lalu, apakah mata silinder memang bisa bertambah?
Apa itu mata silinder?
Mata silinder atau astigmatisme merupakan kelainan refraksi yang terjadi ketika bentuk kornea atau lensa mata tidak memiliki kelengkungan yang sama pada semua arah. Akibatnya, cahaya tidak fokus dengan sempurna dan penglihatan dapat menjadi buram atau terdistorsi. National Eye Institute
Apakah ukurannya bisa berubah?
Bisa, ukuran silinder atau koreksi astigmatisme dapat berubah seiring waktu. EyeWiki
Pada sebagian orang, perubahan dapat terjadi seiring pertumbuhan atau terjadinya perubahan pada struktur kornea dan lensa mata. Riwayat cedera mata atau operasi mata juga dapat memengaruhi astigmatisme. National Eye Institute
Kapan perlu diperhatikan?
Perubahan resep yang terlalu cepat atau berulang, perlu diwaspadai dan memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan dokter spesialis.
Selain itu, salah satu kondisi yang dapat menyebabkan perubahan astigmatisme secara progresif adalah keratoconus, yaitu kondisi ketika kornea mata menipis dan menjadi semakin menonjol. Kondisi ini dapat menyebabkan astigmatisme tidak teratur sehingga menyebabkan terjadinya perubahan resep kacamata yang berulang. EyeWiki
Bagaimana mengetahuinya?
Untuk mengetahui kondisi tadi, penanganan dapat meliputi pemeriksaan refraksi serta evaluasi kornea jika diperlukan. Pada pasien tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan topografi atau tomografi kornea untuk melihat bentuk dan ketebalan kornea.
Baca juga 5 Kebiasaan yang Diam-Diam Membuat Mata Lelah
Jadi, apakah mata silinder bisa bertambah?
Tentu saja bisa. Ukuran silinder dapat mengalami perubahan karena berbagai faktor internal maupun eksternal. Jadi, pastikan untuk selalu memeriksakan mata secara rutin ke tenaga medis profesional sebelum mengganti kacamata Anda ya.
Jika penglihatan semakin buram atau ukuran silinder semakin sering berubah, lakukan pemeriksaan mata lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.