height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=606956865537648&ev=PageView&noscript=1" [

Kenali Tanda Glaukoma dan Periksa Sebelum Terlambat

Hi sobat RSAW! 

Glaukoma merupakan kelompok penyakit mata yang dapat merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan. Kerusakan yang sudah terjadi akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan, namun deteksi dan penanganan dini dapat membantu memperlambat atau menghentikan kerusakannya.

Apa yang Menyebabkan Glaukoma?

Salah satu faktor penting dalam glaukoma adalah tekanan intraokular (TIO) yang meningkat. Mata secara alami menghasilkan cairan yang disebut aqueous humour, yang mengalir melalui bagian depan mata dan kemudian keluar melalui sistem drainase mata.

Jika cairan ini tidak dapat mengalir dengan baik, maka tekanan di dalam mata dapat meningkat dan berpotensi merusak saraf optik. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko glaukoma antara lain usia, riwayat keluarga, diabetes, tekanan mata tinggi, penggunaan steroid jangka panjang, rabun jauh atau rabun dekat, kornea yang tipis, serta riwayat cedera mata.

Apa Saja Jenis Glaukoma?

1. Glaukoma Sudut Terbuka

Ini merupakan jenis glaukoma yang berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seiring berkembangnya kerusakan saraf optik, maka penglihatan bagian samping (perifer) akan mulai berkurang.

2. Glaukoma Sudut Tertutup

Pada kondisi ini, saluran drainase cairan mata dapat tertutup oleh iris sehingga tekanan pada bola mata meningkat dengan cepat. Perlu diperhatikan bahwa Glaukoma sudut tertutup akut merupakan kegawatdaruratan mata.

Gejalanya dapat berupa mata merah, nyeri mata hebat, penglihatan kabur, sakit kepala, mual, muntah, atau melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu. Jika mengalami gejala tersebut secara tiba-tiba, segera minta pertolongan ke pihak medis.

3. Glaukoma Kongenital

Jenis ini terjadi sejak lahir akibat gangguan perkembangan sistem drainase cairan mata. Pada bayi, tanda yang dapat muncul antara lain mata tampak keruh, sensitif terhadap cahaya, banyak mengeluarkan air mata, atau ukuran mata tampak lebih besar.

Bagaimana Glaukoma Diperiksa?

Untuk menilai glaukoma, dokter spesialis mata dapat melakukan pemeriksaan komprehensif, antara lain:

  • Tonometri yaitu mengukur tekanan bola mata.
  • Gonioskopi menilai kondisi sudut drainase mata.
  • Pemeriksaan saraf optik dengan melihat tanda kerusakan pada saraf optik.
  • Tes lapang pandang (perimetri) menilai fungsi penglihatan perifer.
  • Pemeriksaan ketebalan kornea (pachymetry).
  • Dokumentasi atau pemindaian saraf optik, sesuai kebutuhan klinis.

Bagaimana Glaukoma Ditangani?

Pengobatan yang akan diberikan dokter akan menyesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan glaukoma yang diderita oleh pasien. Dokter dapat memberikan obat tetes mata untuk menurunkan tekanan intraokular, terapi laser, atau tindakan operasi bila diperlukan. Pada glaukoma sudut tertutup akut, penanganan segera diperlukan untuk menurunkan tekanan mata dan melindungi penglihatan.

Karena kerusakan saraf optik akibat glaukoma bersifat permanen, maka  pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sebelum kehilangan penglihatan semakin luas.

Jika Anda memiliki faktor risiko glaukoma atau mengalami perubahan penglihatan, konsultasikan kondisi mata Anda kepada dokter spesialis mata.

Referensi: American Academy of Ophthalmology (AAO) dan National Eye Institute (NEI).

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these