Glaukoma, Pencuri Penglihatan yang Sering Tidak Disadari

Bayangkan jika penglihatan Anda tanpa terasa perlahan menyempit. Tidak ada nyeri, mata tidak merah, bahkan aktivitas sehari-hari masih tampak normal. Kemudian tanpa Anda sadari, saraf mata Anda terus mengalami kerusakan hingga akhirnya penglihatan hilang secara permanen. Inilah alasannya mengapa glaukoma sering dijuluki sebagai “pencuri penglihatan”.

Menurut World Health Organization (WHO), glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang tidak dapat dipulihkan di dunia. Namun tenang saja, Kabar baiknya kebutaan akibat glaukoma dapat dicegah apabila penyakit ini ditemukan dan ditangani sejak dini.

Apa itu glaukoma?

Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, yaitu saraf yang berfungsi mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Ketika saraf ini rusak, akan ada penurunan kualitas penglihatan secara bertahap.

Pada banyak kasus glaukoma, kerusakan saraf mata akan berkaitan dengan meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Namun perlu diketahui juga bahwa pada beberapa kasus glaukoma dapat terjadi meskipun tekanan bola mata masih berada dalam kisaran normal. Maka dari itu, diagnosis glaukoma tidak hanya ditentukan dari hasil pemeriksaan tekanan mata saja.

Perlu diperhatikan bahwa kerusakan saraf akibat glaukoma dapat bersifat permanen. Karena penglihatan yang telah hilang tidak dapat dikembalikan, maka tujuan utama pengobatan adalah memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakitnya.

Mengapa glaukoma sering tidak disadari?

Sobat RSAW yang budiman, perlu diketahui juga perbedaan antara infeksi mata yang biasanya menyebabkan mata merah atau nyeri, dengan glaukoma kronis yang berkembang secara perlahan.

Pada tahap awal, sebagian besar penderita masih dapat melihat dengan baik karena bagian penglihatan yang terganggu berada di area tepi mata atau lapang pandang perifer. Otak juga mampu menyesuaikan diri sehingga perubahan tersebut sering kali tidak disadari.

Realitanya banyak pasien baru memeriksakan diri ketika penglihatan mulai menyempit atau aktivitas sehari-hari sudah terasa terganggu. Sayangnya, pada tahap ini sebagian kerusakan saraf mata sering kali sudah tidak dapat diperbaiki.

Inilah mengapa glaukoma dikenal sebagai silent thief of sight atau pencuri penglihatan yang bekerja tanpa gejala yang jelas.

Siapa yang lebih berisiko mengalami glaukoma?

Glaukoma dapat terjadi pada siapa saja. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko yang lebih tinggi, antara lain:

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat glaukoma.
  • Memiliki tekanan bola mata tinggi.
  • Mengalami diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang atas indikasi tertentu.
  • Pernah mengalami cedera pada mata.

Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti terkena glaukoma. Namun, kelompok ini dianjurkan menjalani pemeriksaan mata secara berkala agar penyakit dapat dideteksi sebelum menyebabkan gangguan penglihatan yang tidak diinginkan.

selanjutnya, kita akan membahas lebih lengkap mengenai siapa saja yang berisiko mengalami glaukoma dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan skrining.

Apa saja gejala glaukoma?

Sebagian besar glaukoma kronis tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Namun, seiring bertambahnya kerusakan saraf mata, penderita dapat mengalami:

  • Lapang pandang semakin menyempit.
  • Kesulitan melihat dari sisi kanan atau kiri.
  • Sering menabrak benda di sekitar.
  • Penglihatan menjadi buram pada stadium lanjut.

Berbeda dengan glaukoma kronis, glaukoma sudut tertutup akut dapat muncul secara tiba-tiba dengan gejala seperti nyeri hebat pada mata, mata merah, sakit kepala, mual, muntah, dan penglihatan kabur disertai melihat lingkaran cahaya disekitar lampu. Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.

Mengapa deteksi dini sangat penting?

Glaukoma tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi perkembangannya dapat dikendalikan.

Semakin cepat glaukoma ditemukan, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi penglihatan. Sebaliknya, apabila diagnosis terlambat, kerusakan saraf mata akan terus bertambah dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Karena glaukoma sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan mata berkala menjadi langkah paling efektif untuk menemukan penyakit ini sejak dini, terutama pada kelompok berisiko yang mimin sebutkan tadi.

Bagaimana glaukoma didiagnosis?

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menilai kondisi mata secara menyeluruh. Pemeriksaan yang akan dilakukan tidak hanya mengukur tekanan bola mata, tetapi juga mengevaluasi kondisi saraf optik dan lapang pandang.

Di RS Mata Achmad Wardi, evaluasi glaukoma dapat dilakukan melalui berbagai pemeriksaan sesuai kebutuhan medis, seperti Tonometri/NCT untuk mengukur tekanan bola mata, Optical Coherence Tomography (OCT) untuk menilai struktur saraf mata, Humphrey Visual Field untuk memeriksa lapang pandang, serta Foto Fundus dan Funduscopy guna mengevaluasi kondisi saraf optik. Pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan diagnosis dan memilih penanganan yang paling sesuai.

Jangan tunggu hingga penglihatan berkurang

Sobat RSAW, glaukoma sering berkembang tanpa gejala, tetapi dampaknya dapat berlangsung seumur hidup. Pemeriksaan mata secara rutin merupakan investasi terbaik untuk menjaga kualitas penglihatan, terutama bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga.

Di Poli Glaukoma RS Mata Achmad Wardi, pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan glaukoma secara komprehensif sesuai kondisi masing-masing. Layanan ini didukung oleh fasilitas diagnostik modern, seperti Tonometri, OCT, Humphrey Visual Field, dan berbagai pilihan terapi, termasuk laser maupun tindakan operasi sesuai indikasi medis. Penanganan dilakukan oleh tim dokter spesialis mata, termasuk dr. Widya Anandita, Sp.M., MARS, yang telah menyelesaikan fellowship glaukoma di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta observership di National University Hospital, Singapura.

Segera hubungi layanan costumer care kami 081383830313 untuk appointment dengan dr. Widya Anandita, Sp.M., MARS. Salam mata sehat, salam masa depan nyaman dan cemerlang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these